4 Cara Berpikir yang Berbeda antara Para Pecinta Buku dan yang Tidak

“Tidak ada yang bisa menggantikan sebuah buku. Ketika saya sendirian, masuk ke dalam dunia baru sebuah cerita. It is one of the best feeling in the world. Hanya para pecinta buku yang mengerti perasaan ini.”

Banyak orang tak habis pikir mengapa saya seringkali memilih membaca buku daripada keluar rumah, untuk hang out. Jika Anda sering merasa seperti itu, itu karena para pembaca buku punya cara berpikir yang berbeda dari orang lain. Entah mengapa, ada perasaan yang lebih menyenangkan ketika Anda memiliki waktu sendiri dengan buku-buku. Para pecinta buku mempunyai cara berpikir yang berbeda dari mereka yang tidak. Apa saja? Yuk kita intip:

1.    Empati

Selain meningkatkan fungsi kognitif, penelitian juga membuktikan bahwa para pembaca menunjukkan empati lebih dalam untuk orang lain. Ilmuwan sosial Amerika menunjukkan bahwa membaca novel sastra atau buku-buku tertentu dengan pesan sosial yang kuat dapat membantu memperbaiki pemahaman tentang perasaan, emosi, dan pengalaman orang lain. Jika Anda pernah membaca buku yang karakternya terasa nyata bagi Anda, itu dapat meningkatkan kemampuan Anda untuk berempati. Bahkan meskipun itu adalah sebuah buku fiksi.

2. Pecinta buku memiliki jangkauan perhatian yang lebih lama.

Penelitian menunjukkan bahwa struktur cerita seperti awal, tengah dan akhir dapat mengajarkan otak untuk berpikir dalam urutan yang sama, juga mencari hubungan sebab-akibat. Semakin banyak Anda membaca, semakin banyak otak Anda mampu memperbaiki kemampuan untuk mengolah struktur sebab dan akibat yang lebih panjang, sehingga meningkatkan rentang perhatian dan fokus dalam waktu yang lebih lama.

read3. Para pembaca buku mempertimbangkan backstory (latar belakang cerita).

Saya senang berbicara dengan para pecinta buku. Karena mereka biasanya adalah orang-orang yang mudah diajak berdiskusi dan tidak gegabah dalam memutuskan sesuatu. Para pembaca cenderung mempertimbangkan konteks dan latar belakang sebelum membuat keputusan. Para pembaca tahu bahwa di balik setiap tindakan ada konteks yang rumit. Tapi hal ini dapat juga membuat Anda menjadi :

  • Sangat usil, karena selalu ingin tahu psikologi di balik siapa diri Anda atau orang lain dan mengapa mereka melakukan hal-hal yang mereka lakukan.
  • Sabar, karena Anda selalu menganggap ada alasan di balik kelakuan itu, mengapa seseorang bersikap seperti itu.
  • Sangat pemilih, karena terlalu analistis dalam sesuatu, Anda dapat menjadi sangat pemilih dalam memilih orang-orang di sekeliling Anda. Anda tidak bisa membiarkan suatu sikap atau perkataan lewat begitu saja, selalu ada konteks dan latar belakang di balik sikap orang lain, entah itu konteks baik atau pun buruk.

4.    Budget buku selalu dan akan selalu ada di pikiran pecinta buku.

Saya bisa bertahun-tahun tidak membeli pakaian dan sepatu baru. Tapi membeli buku baru adalah prioritas dalam budget saya. Saya juga beruntung memiliki orang-orang di sekeliling saya yang tahu betapa saya mencintai buku, sehingga mereka hampir selalu menghadiahkan buku dalam berbagai momen. Thank you guys!

rainHari terbaik saya adalah ketika hujan turun dengan satu buku bagus di tangan 🙂 Mengapa hujan? Karena saya bisa membatalkan acara keluar gara-gara hujan *ups ketahuan ^^. Anda juga suka begitu kan? 😛

Advertisements

6 thoughts on “4 Cara Berpikir yang Berbeda antara Para Pecinta Buku dan yang Tidak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s