4 Buku yang Menyentuh Hidup Saya Secara Personal

“If you find the right book, it can change your life.” –Marcus Sedgwick

Kata-kata Marcus Sedgwick di atas benar-benar terjadi pada saya. Sebuah buku mampu mengubah kita, menyentuh kita secara personal karena begitu terhubung dengan kisah kita. Sebuah buku dapat membawa kita ke seluruh dunia, memberikan kita kesempatan untuk memiliki banyak kehidupan yang tak terbayangkan. Karena sebegitu hebatnya efek sebuah buku, maka saya ingin sekali membagikan kepada Anda empat buku yang menyentuh dan mengubah saya secara personal. Mungkin saja bisa menjadi rekomendasi yang baik untuk Anda.

Istanbul 1Istanbul (Orhan Pamuk)

Secara personal saya merasa relate dengan buku ini. Istanbul begitu mempengaruhi saya secara pribadi. Mungkin karena gaya penulisan dan mood buku ini yang sangat melankolis. Mengenai sebuah gambaran indah tentang Istanbul dan pesonanya. Orhan Pamuk berhasil memasukkan sifat individu ke dalam sifat sebuah kota.

Buku ini mengisahkan hubungan pribadi seorang pemenang nobel Orhan Pamuk dengan kotanya. Pertanyaan-pertanyaan yang besar tentang present time yang dibayangi oleh kejayaan masa lalu. Bagaimana mempertahankan identitas Anda di antara pengaruh barat, tentang keterikatan personal penulis dengan tempat-tempat di kotanya. Sebuah perspektif yang membuat kita melihat sebuah kota dan perjalanan hidup, bagaimana itu mempengaruhi kita, membentuk hidup kita. Yang pada akhirnya membuat kita menjadi diri kita sekarang. Atau dalam Istanbul adalah bagaimana Orhan Pamuk menemukan awal perjalanan menulisnya.

Goosebumps (R.L. Stine)

Goosebumps 1Mungkin buku serial horor ini terlihat sepele karena buku ini termasuk ke dalam buku anak-anak dan remaja. Tapi, serial Goosebumps menemani masa remaja saya. Saya gemar mengoleksinya, meskipun yang tertinggal sekarang hanya tiga judul. Goosebumps menarik saya keluar dari lingkungan saya, yaitu rumah, sekolah, menonton video, poster-poster boyband di tembok kamar, dan ekskul sekolah. Goosebumps membawa saya mengenal dunia luar lebih daripada film-film Barat yang sering saya dan teman-teman tonton. Mungkin juga karena sebuah tulisan mempunyai efek lebih dalam bagi saya pribadi.

Kalimat-kalimat seperti bermain frisbee, rumah yang memiliki loteng dan basement, kata gorong-gorong, salju, monster, boneka ajaib, memicu imajinasi saya, dan membuat saya ingin pergi ke luar negeri dan melihat sendiri rumah-rumah yang digambarkan R.L Stine. Goosebumps jelas adalah serial yang memicu saya menulis fiksi.

1984 (George Orwell)

1984Salah satu dasar membuat sebuah cerita dystopia adalah sukses membangun sebuah dunia baru. Dan 1984 sangat sukses membangun sebuah dunia baru dengan dictatorship yang brutal dan mengerikan. Ada cerita politik yang kental, bahasa yang baru, karakter-karakter yang tajam. 1984 adalah sebuah novel tentang penindasan. Tentang perjuangan tentang kebebasan, pemikiran, kebebasan pilihan, dan kebebasan bertindak.

Novel ini mengajari saya bagaimana membangun sebuah dunia baru yang detail. Dan membuat saya semakin mencintai genre dystopia yang mampu membebaskan imajinasi saya. Dan tentunya membawa saya kepada skenario paling buruk di masa depan. 🙂

The Fall of The House of Usher

The Fall of House of UsherSaya adalah penggemar cerita thriller dan detektif. Dan Edgar Allan Poe adalah bapak penulis detektif. Dia juga adalah guru dari cerpen horor. Salah satu cerpennya yang paling menarik perhatian saya adalah The Fall of The House of Usher. “Kejatuhan House of Usher menceritakan tentang kejadian mengerikan yang menimpa anggota terakhir dari Klan Usher yang sangat terkenal. Poe tidak pernah gagal membangun ketegangan yang menyiksa para pembaca 😛

Saya mencintai tulisan-tulisan Poe karena setiap kata, setiap deskripsi yang digunakannya dalam cerita mampu menggambarkan gagasan untuk menciptakan rasa takut, rapuh, mengerikan tapi juga indah secara bersamaan. Jika Anda ingin menjadi penulis thriller, horor, misteri, detektif belajarlah pada Edgar Allan Poe.

Saya yakin Anda juga mempunyai buku bagus yang menyentuh Anda secara personal. Bagi saya pribadi, tidak ada yang bisa menggantikan sebuah buku. Ketika saya sendirian, masuk ke dalam dunia baru sebuah cerita. One of the best feeling in the world ;).

Advertisements

2 thoughts on “4 Buku yang Menyentuh Hidup Saya Secara Personal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s