15 Fakta Seputar Kemerdekaan Indonesia

Kemerdekaan Indonesia sarat dengan atmosfer penuh semangat yang berkobar-kobar. Negara muda ini akhirnya lepas dari belenggu penjajahan, dan tentu di tengah-tengah hiruk pikuk kemerdekaan terdapat juga cerita haru, lucu, dan unik yang perlu kita ketahui untuk mengenang para pahlawan yang berjuang demi tumpah darah kita. Berikut adalah 15 fakta seputar kemerdekaan Indonesia:

1. Ketika sedang mengetik naskah proklamasi, Sajuti Melik melakukan dua kali perubahan. Perubahan pertama pada kalimat “wakil-wakil bangsa Indonesia” yang diganti dengan “atas nama bangsa Indonesia”; sedangkan perubahan kedua, dia mengoreksi istilah tempoh” dengan “tempo” ejaan yang benar.

2. Sekitar pukul 04.00 dini hari, Jumat 17 Agustus 1945, teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ditandatangani Soekarno dan Hatta atas nama bangsa Indonesia.

proklamasi 13. Pukul 09.00 pagi sekitar 500 orang sudah berdiri di depan rumah Bung Karno di Pengangsaan Timur. Mereka berteriak: Sekarang, Bung, ucapkan pernyataan kemerdekaan, sekarang. Ayo, Bung Karno, matahari sudah tinggi, hari sudah mulai panas, rakyat sudah tidak sabar lagi, rakyat sudah gelisah, rakyat sudah berkumpul. Ucapkan proklamasi.”

4. Ibu Fatmawati seperti dikutip majalah Exklusif Dialog edisi September 1979, mengatakan bahwa pada tanggal 17 Agustus 1945, pukul 10.00 kurang beberapa menit, Bung Hatta tiba dan langsung masuk ke kamar tidur Bung Karno dan bercakap-cakap. Bung Karno tetap berbaring karena sedang demam tinggi. Pagi-pagi sudah diperiksa oleh Dr. Soeharto, disuntik dan minum obat.

ibu fatmawati 1Tiba-tiba, pintu diketuk dari luar, dan masuklah beberapa pemuda memberi tahu bahwa segala sesuatunya sudah siap. Bung Karno segera memakai peci. Akan tetapi, begitu kami sedang akan melangkah keluar untuk meninggalkan kamar tidur, mendadak terdengar teriakan dari luar, “Benderanya belum ada.” maka Ibu Fatmawati  langsung berbalik untuk mengambil bendera yang baru semalam dijahit.

5. Ibu Fatmawati membuat bendera dari dua potong kain. Sepotong kain merah dan sepotong kain putih. Dan menjahit kedua potongan kain tersebut dengan jari-jari tangannya sendiri. Ini merupakan bendera resmi pertama Republik Indonesia.

6. Tiang bendera dibuat dari sepotong bambu yang dipotong tergesa-gesa di belakang rumah Bung Karno. Tiang tersebut menjadi tiang darurat dan ditanamkan ke tanah sebelum acara dimulai.

7. Susunan acara proklamasi tanggal 17 Agustus 1945 dirancang oleh Soediro sebagai berikut:

  • Pertama : Pembacaan proklamasi, dilanjutkan dengan pidato singkat Soekarno.
  • Kedua : Pengibaran Sang Saka Merah Putih
  • Ketiga : Sambutan Soewirjo, Ketua Panitia Penyelenggara
  • Keempat : Sambutan Dr. Moewardi, Kepala Keamanan

bendera 28. Tidak ada orang yang ditugaskan mengerek bendera. Chudancho Abdul Latief Hendraningrat, salah seorang di antara sedikit orang yang memakai pakaian seragam, berdiri paling dekat dengan tiang bendera. Akhirnya Chudancho Latief mengambil bendera, mengikatkannya kepada tali bendera, menarik, kemudian langsung mengibarkan. Tidak ada musik. Tidak ada paduan suara. Setelah bendera naik dan berkibar-kibar, secara spontan semua menyanyikan Indonesia Raya meskipun tidak pernah tercantum dalam susunan acara.

Frans-Mendur

Frans Mendur (kiri)

9. Chudancho Latief jugalah yang meminta Frans Mendur menjadi juru foto saat proklamasi.

10. Proklamasi dengan versi berbeda lebih dulu dibacakan di Cirebon, tanggal 15 Agustus 1945 oleh dokter Soedarsono. Ada sekitar 150 orang-orang memenuhi alun-alun Kejaksan.

11. Teks proklamasi di Cirebon, sesuai dengan yang dapat diingat oleh Des Alwi, anak angkat Bung Sjahrir adalah sebagai berikut: Kami bangsa Indonesia dengan ini memproklamirkan kemerdekaan Indonesia karena kami tak mau dijajah oleh siapa pun juga.

Sutan Sjahrir12. Bung Sjahrir adalah orang Indonesia pertama yang berpidato di majelis Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tanggal 14 Agustus 1947, di Lake Success, Amerika Serikat, mengenalkan Indonesia dan menyerukan dihentikannya penjajahan.

13. Secara kebetulan, pada Jumat, 17 Agustus 1945, penyiar radio Jusuf Ronodipoero dinas malam; masuk pukul 16.00. Seorang wartawan dari Kantor Berita Domei (sekarang: Antara) menyerahkan dua lembar kertas. Lembar pertama adalah surat Adam Malik yang meminta agar membacakan lembar kedua dalam siaran warta berita malam. Lembar kedua tersebut isinya adalah teks lengkap proklamasi, ditandatangani oleh Soekarno dan Hatta. Harus disiarkan supaya didengar oleh dunia internasional.

Antara14. Jusuf Ronodipoero memutar otak karena pada saat itu, lembaga sensor Jepang masih mengawasi siaran berita. Beliau teringat sebuah pemancar siaran luar negeri yang sudah jarang dipakai. Perangkat tersebut dipakai sebagai pemancar tanpa mengganggu siaran yang dipantau petugas sensor Jepang. Jusuf dengan tenang membaca berita versinya tentang Proklamasi Kemerdekaan, warta berita versi Jusuf langsung dipancarkan ke seluruh dunia, sedangkan dari pengeras suara yang ada di dalam studio, hanya terdengar warta berita resmi. Petugas sensor Jepang terus-menerus mengangguk-angguk kepala ketika memonitor warta berita. Tidak mengetahui, warta berita yang terpancar keluar studio adalah versi yang berbeda :).

15. Satu jam kemudian, pasukan Kempetai (Polisi Militer) Jepang segera menyerbu studio, satu per satu penyiar radio tersebut dihajar habis-habisan. Kemudian, sebilah samurai dihunus, siap memenggal kepala mereka. Begitu samurai akan diayunkan, Tomobochi, Direktur Djakarta Hosyo Kioku masuk ke dalam ruangan. Dia melarang hukuman mati sambil mengingatkan, Dai Nippon sudah menyatakan menyerah kepada Sekutu. Oleh karena itu, kalau ingin menjatuhkan hukuman, Tomobachi mengingatkan, “Lebih dulu harus melalui pemeriksaan secara teliti.”

Semoga dengan mengetahui fakta-fakta di atas, kita sebagai penerus Bangsa, dapat bersemangat untuk mengerjakan kemerdekaan yang sudah dirintis oleh para pahlawan dan pendiri Bangsa ini. Merdeka! 🙂

 

Sumber:

Pour, Julius. Djakarta 1945. 2013. Jakarta: BIP (Bhuana Ilmu Populer)

Tempo. Sjahrir, Peran Besar Bung Kecil. 2010. Jakarta: KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s