Melihat Bulan Di Mata Seorang Neil Armstrong

Begitu cantik. Begitu indah. Begitu misterius. Ratu malam yang menginspirasi ribuan kisah. Semua dongeng dan kisah-kisah melegenda tentangnya tak akan pernah pudar. Itulah bulan, kesetiaannya terhadap bumi menginspirasi para ilmuwan untuk menyentuhnya. Mendatanginya.

Saat bulan masih begitu menakutkan bagi manusia, dan kengerian masih mengikuti sang purnama, ribuan tahun kemudian, manusia boleh berbangga karena manusia pertama akhirnya berpijak di permukaannya.

Houston, Tranquility base here. The Eagle has landed.” Elang sudah mendarat. Itulah yang diucapkan Neil Armstrong, astronot Amerika Serikat saat kapsul pendarat di bulan yang disebut Eagle atau Elang mendarat di daerah yang diberi nama Sea of Tranquality atau laut kedamaian.

Moon landing 1Hari itu tanggal 20 juli 1969 sekitar 500 juta orang di seluruh dunia menjadi saksi momen bersejarah bagi seluruh umat manusia. Neil Armstrong dan Edwin “Buzz” Aldrin menjadi manusia pertama yang menjejakkan kaki di bulan. Sementara rekannya Michael Collins tetap berada di komando Columbia di orbit sekitar 96 kilometer di atas permukaan Bulan. Meski dinamai laut kedamaian permukaan bulan kering dan tidak ada air.

Neil Armstrong kemudian memijakkan sepatu kirinya di permukaan dan berkata “That’s one small step for [a] man, one giant leap for mankind.” (“Satu langkah kecil bagi [seorang] manusia. Satu lompatan besar bagi umat manusia.”)

Edwin “Buzz” Aldrin mengikuti di belakangnya, memandang kesekeliling dengan penuh kekaguman dan berkata, “sepi yang luar biasa indah.” Pastilah itu sebuah penjelajahan yang tak terbayarkan.

Mereka segera memasukkan batu-batu dan debu bulan ke saku agar para ilmuwan bisa meneliti lebih banyak lagi pengetahuan tentang bulan dan hubungannya dengan bumi.

Ada tiga kawah di sebelah utara sea of tranquility yang diberi nama dengan nama ketiga astronaut yang ikut serta dalam misi Apollo 11 tersebut—Collins, Armstrong, dan Aldrin

“Pemandangannya sangat luar biasa, lebih dari pengalaman visual yang pernah saya jalani,’” kata Armstrong saat becerita tentang pengalamannya.

neil armstrongNeil Armstrong lahir pada tahun 1930 dan dibesarkan di Ohio, pertama kali jatuh cinta pada dunia penerbangan di usia enam tahun karena pengaruh ayahnya. Mulai bergabung dengan program ruang angkasa AS tahun 1962. Neil Armstrong selalu enggan disebut sebagai pahlawan Amerika. Saya selalu dan akan terus menjadi kaus kaki putih, pelindung kantung, teknisi kutu buku,’” katanya di Februari 2000 dalam sebuah penampilan publik yang jarang sekali dilakukannya.

Pada tanggal 25 Agustus 2012, bumi telah kehilangan salah satu putra terbaiknya yang sederhana dan rendah hati. Neil Armstrong meninggal dunia menorehkan sejarah yang luar biasa. Sampai kapan pun setiap kali manusia melihat bulan, namanya akan selalu diingat dan dikenal. Dan dia akan selalu menjadi inspirasi masa depan untuk melakukan perjalanan ke ruang angkasa. Suatu hari nanti di masa depan, mungkin, kita akan bahkan dapat berlibur ke bulan.

Yang jelas Neil Armstrong selalu mengingatkan saya akan sebuah kalimat yang pernah ditulis oleh seorang penulis Prancis. “Kerendahan hati paling murni seorang ilmuwan adalah dengan menerima bahwa tak ada yang tak mungkin.”

(Ellen & Sylvia)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s