4 Cara Menulis Kalimat Pembuka Novel

Tes pertama untuk seorang penulis adalah menulis kalimat pembuka. Dari sebuah kalimat pembuka, dapat terlihat apakah novel tersebut layak mendapat perhatian dari pembaca atau tidak. Kalimat pembuka tidak boleh ceroboh, biasa, dan hambar. Seorang penulis wajib bekerja keras dalam menulis kalimat pembuka yang bagus.

Rumit juga ya, tapi jangan kuatir! Berikut adalah beberapa cara yang akan membantu Anda untuk membuat kalimat pembuka novel Anda:

1. Ungkapkan cerita Anda

Sebisa mungkin ungkapkan isi seluruh cerita Anda dalam kalimat pertama—John Irving.

Kalimat pembuka bukan hanya sekedar kait bagi pembaca tetapi juga harus menjanjikan sebuah hubungan terhadap premis dan pertanyaan-pertanyaan dalam cerita. Bukan berarti harus menjelaskan semua alur namun lebih kepada mengambil esensi cerita Anda, fokus, dan tema yang Anda ambil. Kalimat pembuka akan mengatakan kepada pembaca tentang apa sebenarnya cerita Anda.

Contoh: Pernah dengar “anak kolong”? Nah, dulu aku inilah salah satu modelnya. Asli totok. Garnisun divisi II Magelang (ucapkan MaKHelang). Bukan divisi TNI dong. Kan, aku, sudah bilang: totok. Jadi KNIL. Jelas kolonial, mana bisa tidak. (Burung-burung Manyar, Y.B. Mangunwijaya)

2. Sebuah pertanyaan

question mark 1Semua orang tahu bahwa pekerjaan penting dari semua kalimat pembuka adalah kait atau menghubungkan. Tapi bagaimana menanam kait tersebut agar sebisa mungkin tidak terlalu jelas juga. Buatlah agar pembaca Anda bertanya-tanya tentang cerita Anda. Piculah rasa penasaran mereka. Ciptakan sebuah kesan perselisihan, konflik atau ketidakharmonisan. Tunjukkan bahwa sejak awal cerita ada sesuatu yang salah pada ‘surga’ ini.

Contoh: “Kedengarannya seperti bukan malam kuis,” kata Mrs. Patty Ponder kepada Marie Antoinette. “Kedengarannya seperti kerusuhan.” (Big Little Lies, Liane Moriarty)

3. Menarik perhatian

Kalau kalimat pembuka tidak menarik perhatian, mengapa repot-repot membaca keseluruhan novelnya? Kalimat pertama bukan sekedar kalimat biasa dalam cerita. Satu kalimat ini harus menarik perhatian dibandingkan seluruh kalimat di novel Anda, yang memungkinkan pembaca Anda mengingatnya bahkan ketika mereka menutup buku. Karena itu hindari kalimat seperti: Matahari terbit….., atau Diana membuka matanya…. Kalimat tersebut sudah sangat klise.

Contoh: Ibuku berpikir aku sudah mati. (Legend, Marie Lu)

4. Ciptakan voice (suara)

Salah satu elemen penting dalam awal cerita adalah protagonis Anda. Walaupun tidak selalu memungkinkan untuk memperkenalkan nama protagonis pada kalimat pertama, tapi setidaknya cobalah memperkenalkan kepada pembaca tentang protagonis Anda melalui suara narasi pada kalimat pembuka.

Contoh: Jason Evans merasa khawatir, sebuah perasaan yang jarang muncul. Dia biasanya hanya memiliki sedikit alasan untuk dikeluhkan, tapi hari ini, ketika permasalahan dimulai, sesuatu mengganggunya. (The Day You Died, Jack Lance)

Advertisements

4 thoughts on “4 Cara Menulis Kalimat Pembuka Novel

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s