Rahasia Agar Para Penulis Tidak Frustasi

Apakah Anda frustasi dengan proses menulis Anda? Atau lelah menulis karena Anda berpikir Anda tidak sebaik yang Anda kira? Atau karena selalu ditolak penerbit? Sebagai penulis saya pun pernah mengalaminya. Lalu bagaimana caranya bertahan untuk tetap menulis saat tekanan datang?

Bersabar dengan Diri Sendiri

BersabarKetika menulis sebuah novel atau buku, kita berharap kata-kata akan secara ajaib mengalir begitu saja. Tapi faktanya tidak selalu. Yang perlu Anda ketahui adalah hal tersebut normal. Anda harus kembali membaca, melakukan riset kemudian menulis lagi, begitu seterusnya. Tentu tidak mudah untuk bersabar dengan prosesnya. Tapi ada satu kalimat yang membuat saya mampu bersabar, yaitu: Bakat adalah kesabaran yang panjang. Kalimat tersebut sungguh saya alami kebenarannya.

Saya membandingkan tulisan saya saat pertama kali diterbitkan dengan tulisan terakhir saya. Keduanya begitu berbeda. Kosa kata saya bertambah secara signifikan,  saya melakukan sedikit sekali kesalahan ejaan dibandingkan sebelumnya, dan masih banyak lagi. Anda harus bersabar dengan diri Anda, bersabar dalam hal ini tidak berarti tidak melakukan apa-apa, tapi terus berlatih agar tulisan Anda berkembang.

Jangan Membandingkan, Tapi Teruslah Menulis dan Membaca

writing 1Salah satu tantangan terbesar bagi penulis adalah terus-menerus membandingkan tulisan kita dengan orang lain. Bagaimana penulis lain bisa menulis jauh lebih baik dari Anda atau mungkin bagaimana penulis lain yang mungkin sama berbakatnya dengan Anda tapi melesat lebih dulu. Ini hal yang manusiawi dan perlu hati yang lapang untuk melewati fase ini. Stephen King pernah berkata: “Jika Anda ingin menjadi penulis, Anda harus melakukan dua hal ini lebih dari apa pun juga: banyak membaca dan banyak menulis. Tidak ada jalan pintas.

Cobalah untuk tidak membandingkan diri Anda, karena semua orang mempunyai waktunya sendiri, itu memang tidak mudah. Tapi teruslah membaca. Abaikan perasaan tentang hasil tulisan Anda yang kurang baik, karena itu artinya Anda punya mempunyai peluang untuk berkembang, jika Anda terus bergerak, terus menulis, terus membaca.

Ada tiga hal untuk bertahan menghadapi tekanan dan rasa frustasi saat menulis:

  1. Mengetahui bahwa Anda tidak sendirian. Para penulis mengalami penolakan. Para penulis mengalami kritik, para penulis mengalami kebuntuan imajinasi. Para penulis mengalaminya dan bahkan semua penulis besar sepanjang sejarah.
  2. Anda harus tahu bahwa Anda bisa melalui prosesnya dan sanggup untuk bertahan.
  3. Ketika Anda memastikan diri untuk menjadi penulis, Anda tahu bahwa tidak ada yang instan atau jalan pintas dalam menulis.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s