Inspirasi Dalam Menulis: Apakah Kita Benar-Benar Membutuhkannya?

Sebagai penulis tentu kita membutuhkan inspirasi, tapi pertanyaan ini sering mengganggu banyak penulis, bisakah kita menulis hanya saat terinspirasi saja?

Inspirasi sendiri memiliki arti suatu proses yang merangsang pikiran untuk melakukan sesuatu tindakan terutama melakukan sesuatu yang kreatif. Lalu dapatkah kita memaksa diri untuk menulis tanpa terinspirasi? Atau mungkinkah kita bisa menulis kapan saja, terlepas apakah kita sedang merasa terinspirasi atau tidak?

Ada dua klub terpisah tentang inspirasi menulis yang bisa kita lihat, di manakah Anda berada?

inspiration 1Klub Inspirasi

Para penulis di klub ini menyatakan bahwa ini adalah satu-satunya cara untuk menulis. Inspirasi adalah harga mati. Anda akan langsung menulis dan berhenti melakukan apa pun jika merasa terinpirasi. Dan tidak akan pernah mulai atau meneruskan menulis tanpa inspirasi. Lalu bagaimanakah jadinya? Dapatkah kita bekerja di dunia industri yang penuh dengan deadline kalau begitu? Karena faktanya inspirasi tidak bisa ditebak kapan datangnya.

Klub Disiplin

diciplineBeberapa penulis yang berada di klub ini adalah Stephen King, Ernest Hemingway, dan masih banyak lagi. Mereka menulis setiap hari tanpa menunggu sekelebat kilat ‘inspirasi’ menyambar, mereka akan duduk dan mulai menulis, terlepas dari datang atau tidaknya inspirasi.

Namun kedua klub ini juga memiliki kekurangan:

Klub Inspirasi:

  • Anda sering memiliki perasaan yang kuat saat mulai menulis, tapi setelah beberapa lama, Anda akan meninggalkan proyek tersebut ketika ide sudah mentok, atau ketika segala sesuatu menjadi berat.
  • Anda akan menghabiskan sedikit waktu dalam menulis karena Anda selalu menunggu inspirasi.
  • Anda mungkin menemukan lebih mudah menulis puisi dibandingkan novel karena sebuah puisi dapat ditulis ketika inspirasi sedang membanjir.

Klub Disiplin:

  • Menulis bisa menjadi hanya seperti rumusan, tidak bernyawa, kaku atau kering.
  • Anda dapat menyelesaikan proyek menulis, tapi seringkali ada sesuatu yang hilang.

road

Jalan Tengah Di antara Disiplin dan Inspirasi

Namun ada klub ketiga, yaitu menggabungkan inspirasi dan disiplin dalam menulis. Anda bisa memastikan untuk menulis setiap hari, menjadwalkannya secara rutin. Anda menunggu inspirasi datang tapi Anda tetap duduk di depan laptop atau jurnal Anda. Jika inspirasi tidak kunjung datang, tugas Anda adalah tetap menulis. Tapi apa yang akan saya tulis? Apa saja, itu bisa tentang pengalaman Anda di kantor kemarin, di kampus, sekolah. Mungkin itu kisah seorang teman yang lucu, atau sekedar menerjemahkan sebuah postingan keren yang Anda dapatkan semalam saat mengotak-atik sosmed. Seringkali ketika Anda mulai mengetik atau menggoreskan pena, inspirasi datang begitu saja, mengalir begitu saja, dan beberapa menit kemudian, Anda sudah memiliki satu tulisan penuh.

Jalan tengah ini memang lebih ke arah menulis bebas. Tapi menulis bebas dapat merangsang kreatifitas, jadi jangan remehkan sebuah disiplin dan juga jangan kesampingan inspirasi. Karena bagaimanapun juga menulis adalah pekerjaan penuh kreatifitas.

Ketika inspirasi tidak datang, berdisplinlah untuk tetap menulis, tapi ketika inspirasi itu datang ‘membanjir’ carilah buku dan pulpen atau ketiklah di note Smartphone Anda. Jadi Anda tidak membiarkan sebuah ide hilang begitu saja. 🙂

Advertisements

2 thoughts on “Inspirasi Dalam Menulis: Apakah Kita Benar-Benar Membutuhkannya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s