Pahlawan juga Manusia Bagian 1

Apakah Anda tahu kalau Bung Karno pernah mencoba menumbuhkan kumis seperti Norman Kerry saking ngefansnya sama aktor itu? Atau Jenderal Sudirman yang doyan wedang. Pahlawan juga manusia loh, mereka besar tapi tetap sederhana, mereka juga bisa galau, mereka memiliki keunikan-keunikan tersendiri seperti Anda dan saya, makanya jangan lewatkan tulisan berikut ya:

1. Bung Karno sejak muda sangat menyukai seni, termasuk film dan sandiwara. Dia begitu ngefans dengan Norman Kerry sampai-sampai berusaha membuat kumisnya seperti dia tapi tidak pernah berhasil. Alhasil kata Bu Fatmawati, kumisnya lebih mirip Charlie Chaplin. Kebayang nggak sih kalau Bung Karno punya kumis ala Charlie Chaplin?

2. Bukan rahasia lagi kalau Bung Hatta itu cinta banget sama buku, sampai-sampai Bu Rahmi Hatta itu dibilang istri ketiga, karena istri pertama dan kedua Bung Hatta itu buku. Nah saking cintanya sama buku nih, pada saat menikahi Ibu Rahmi Rahim, Bung Hatta memberi emas kawin: buku berjudul “Alam Pikiran Yunani” 😉 yang beliau tulis sendiri!.

3. Dua Bapak Bangsa kita Bung Hatta dan Bung Sjahrir pernah dibuang bersama-sama ke Bandaneira. Dua orang ini mempunyai dua hobi yang berbeda. Bung Hatta menyukai ketenangan sambil membaca buku, sementara Bung Sjahrir itu hobi memutar lagu klasik keras-keras di gramafon.

Suatu pagi, Bung Sjahrir meminta Des Alwi anak setempat yang diangkat anak oleh Bung Sjahrir menyalakan gramafon. Tiba-tiba Bung Hatta menegur Des, “Jangan keras-keras. Itu terlalu Barat, seperti Sjahrir yang kebarat-baratan.” Des pun mengadu kepada Bung Sjahrir, dengan enteng Bung Sjahrir menjawab: “Hatta mengatakan aku kebarat-baratan? Dia sendiri kalau mimpi pakai bahasa Belanda.” Hehehe…

Bung Karno, Bung Hatta, Sjahrir

4.    Suatu hari Des Alwi membawa Bung Hatta dan Bung Sjahrir ke pantai. Ketika dipaksa berenang oleh Des Alwi dan teman-teman, barulah ketahuan kalau mereka berdua nggak bisa berenang. Bukan anak Banda kalau nggak memaksa kedua Bung itu untuk belajar. Bukannya melepas atribut, Bung Hatta malah menggulung celana panjangnya sampai ke lutut dan tetap memakai sepatu tenis waktu berenang, akhirnya semua orang tertawa terbahak-bahak melihat Bung Hatta, mungkin karena malu, Bung Hatta akhirnya mojok sendirian di sudut pantai ^^.

5.    Bagi para penggemar teh nih, tahu nggak kalau Jenderal Sudirman selalu minum teh? Merek tehnya Sruni, itu teh jatah untuk semua tentara Republik. Baunya langu. Wedang kegemaran Jenderal besar kita ini adalah teh tiyung, daun jeruk yang diseduh air panas dikocok dengan gula pasir. Dalam hal makanan, Jenderal Sudirman nggak pernah pilih-pilih. Beliau makan makanan yang sama dengan para prajurit. Di masa gerilya waktu itu makanan benar-benar seadanya seringkali cuma ada tiwul, tempe, ketela, karena beras sangat jarang.

Masih banyak cerita-cerita lain tentang pahlawan kita di postingan-postingan berikutnya, jadi stay tune!

Sumber: Seri Buku Tempo: Bapak Bangsa. 2016. Jakarta. KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)

Advertisements

6 thoughts on “Pahlawan juga Manusia Bagian 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s