Menulis Cerpen: 5 Kiat-kiat Menulis Cerpen Fiksi Sejarah

Cerita pendek adalah salah satu bentuk yang telah mempesona banyak penulis besar sejak Edgar Allan Poe pertama kali menetapkan prinsip-prinsip sebuah cerita pendek modern. Menulis cerpen terutama dengan genre fiksi sejarah merupakan tantangan, akan tetapi pada prinsipnya jika Anda begitu mencintai satu peristiwa sejarah dan mengemasnya dalam bentuk cerpen tentu bukan mustahil untuk dilakukan. Cerpen biasanya terdiri sekitar 1.000-15.000 kata.

Ketika Anda memiliki lebih banyak ruang untuk bekerja memang akan lebih mudah, dan batasan jumlah kata dari cerpen tentu bisa membuat cerpen fiksi sejarah Anda semakin menantang untuk ditulis, nah untuk mengatasi tuntutan spesifik fiksi sejarah Anda bisa melakukan hal-hal berikut:

1. Memilah setiap penjelasan sejarah yang penting. Penjelasan deskripsi sejarah dapat disisipkan dalam dialog tag, melalui apa yang dipikirkan karakter, dan juga masuk ke dalam dialog.

Contoh: Kutipan dialog dari City of Heroes

Orion masuk ke dalam kamarnya, langsung merebahkan diri tak mempedulikan keramaian yang ada di ruang tamu. Sayup-sayup terdengar pembicaraan soal revolusi.

Target pertama kita Don Bosco, gudang senjata terbesar di Surabaya, milik tentara Nippon yang di pimpin Mayor Hazimoto. Persediaan senjatanya lengkap. Mortir, granat, senapan, pistol dan pedang samurai.”

angle 12. Anda dapat bekerja dengan perstiwa sejarah yang sangat familiar tapi tentukan angle yang menarik atau yang belum pernah diambil oleh penulis lain. Kami tahu tentu sudah banyak penulis yang mengambil peristiwa perang Surabaya sebagai latar belakang cerita mereka, tapi kami memberikan sudut lain dalam cerita City of Heroes, tentang seorang remaja yang mempunyai pergumulan batin tentang heroisme.

3. Familiarity peristiwa lain dapat menolong. Jika Anda memilih salah satu peristiwa yang belum dikenal oleh masyarakat luas untuk fiksi sejarah Anda, jangan lupa mencantumkan tanggal, juga peristiwa sejarah lain yang lebih terkenal yang terjadi bersamaan dengan peristiwa yang Anda angkat. Ini akan membantu familiarity terhadap pembaca. Misalnya Anda akan mengangkat peristiwa di wilayah lain pada bulan November 1945, maka tidak ada salahnya menyebut Pertempuran Surabaya dalam cerita.

focus 14. Fokus terhadap satu pokok permasalahan. Dalam menulis novel, Anda dapat membuat masalah lebih luas, atau mengangkat tiga masalah dari karakter-karakter sekaligus. Tapi dalam cerpen, fokuslah pada satu masalah.

5. Berikan footnote. Jika penjelasan fakta sejarah terlalu panjang dan sulit untuk dimasukkan ke dalam dialog, maka buatlah footnote.

Copyright: © 2017. Indonesian Writers Club

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s