3 Hal yang Perlu Anda Tahu Tentang Fiksi Sejarah

Indie, cewek 16 tahun yang duduk di bangku SMA boleh saja mengaku membenci pelajaran sejarah di sekolahnya, yang menurutnya “boring,” “terlalu banyak hapalan” dan “nggak relevan lagi” dengan kehidupan masa remajanya yang sekarang sudah serba digital dan gaul banget. Tetapi saat Serial TV Korea “Secret Door” dirilis, Indie dan teman-temannya yang ngefans berat dengan aktor ganteng Lee Jee Hon menggandrungi film ini sampai tahap cinta mati dengan sosok Pangeran Sado, peran yang mengantarkannya menjadi Best Actor dalam Drama Awards 2014. Padahal kalau dipikir-pikir, film yang berlatar belakang Kerajaan Korea ini menceritakan tentang intrik politik dan konflik antara Sang Raja dengan Putra Mahkota yang berakhir tragis, bukan mainstream romance yang menjadi favorit para remaja.

47 Ronin

21cineplex.com

Bagaimana dengan Anda? Anda mungkin bisa bilang fiksi sejarah itu “kuno” dan “berat”, tapi apakah Anda familiar dengan Cleopatra, Samurai, Dewa-Dewi Yunani, Robin Hood, atau film-film seperti The Last Samurai, bahkan The Revenant?

Kisah-kisah tersebut bisa digolongkan historical fiction atau fiksi sejarah. Ketika buku teks sejarah menyajikan teori yang berat-berat, para penulis fiksi sejarah menghadirkan nostalgia masa lalu yang dipadukan dengan gaya cerita yang memikat. Betapapun jauh zamannya, entah mesir kuno, atau perang dunia ke-2, fiksi sejarah harus tetap relevan untuk masa kini. Para tokohnya mengalami hal-hal yang masih kita rasakan hingga saat ini: jatuh cinta, patah hati, persahabatan, kehilangan, ketidakadilan, penderitaan, sesuatu yang akan tetap ada selama bumi masih berputar.

Jadi, apa sih novel bergenre fiksi sejarah itu?

1.    Menurut Asosiasi The historical Novel Society and the Historical Writers, novel fiksi Sejarah mempunyai setting sekitar 30 dan 50 tahun sebelum zaman Sang Penulis cerita tersebut. Misalnya, jika sekarang tahun 2020 dan Anda menulis kisah fiksi berlatar belakang tahun 1970, maka kisah yang Anda tulis sudah dapat digolongkan sebagai fiksi sejarah.

2.    Menulis fiksi sejarah tidaklah semudah menulis fiksi kontemporer. Dalam fiksi sejarah, penulis menulis tentang latar waktu dan tempat-tempat yang tidak dikenalinya secara langsung, tetapi nyata dalam catatan sejarah. Tidak seperti sejarawan, penulis harus mampu menulis seolah-olah dia sebenarnya ada di situ.

3.    Fiksi sejarah tidak menulis tentang hidup, biografi atau kreatif non fiksi (dramatisasi non fiksi), melainkan bentuk menarik yang muncul dengan menggunakan teknik-teknik fiksi untuk menceritakan kisah kehidupan nyata.Ada proporsi imajinasi dan perubahan yang sesuai dengan cerita tapi fakta-fakta sejarah tetap tidak bisa dilewatkan.

Perasaan nostalgia yang romantis dan tragedi yang terjadi di masa lalu adalah hal yang menarik yang dapat kita temukan dalam fiksi sejarah. Sehingga genre ini akan selalu mendapat tempat bagi para pembaca.

Copyright: © 2017. Indonesian Writers Club

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s