3 Alasan Mengapa Menulis Fiksi Sejarah itu Seru!

Hari itu adalah hari yang bersejarah bagi Michael Punke. Novel “The Revenant” karyanya yang penjualannya “biasa-biasa saja” tiba-tiba dilirik produser Hollywood yang menjadikannya film dengan Leonardo DiCaprio sebagai bintang utamanya! Hari itu Leonardo DiCaprio berjalan bersama Tom Hardy di red carpet Hollywood, disambut riuh fans dan wartawan. The Revenant telah mendapatkan perhatian dunia! Tapi di mana Penulisnya? Mengapa Michael Punke tidak kelihatan sama sekali?

The Revenant telegraph

Red Carpet The Revenant. (telegraph.co.uk)

Ternyata, usut punya usut Michael berada di jarak 10.000 mil jauhnya di Nairobi, Kenya. Bukannya ikut party di Hollywood dan jumpa pers tentang bukunya yang sukses menembus Hollywood, Michael tengah mewakili Amerika dalam World Trade Organization ‘WTO’ untuk meloloskan kesepakatan dagang internasional. Sebagai agen federal Pemerintah Amerika, Michael sama sekali dilarang berbicara tentang bukunya yang meraih sukses. “Ini merupakan peraturan dan kode etik pemerintah Federal,” kata Tim Burke, saudara lelakinya. “Dia dilarang berbicara sama sekali tentang bukunya, karena image yang ditampilkannya mewakili pemerintah.”

Nah, kebayang nggak sih kalau buku Anda sukses dan disambut dunia, tapi Anda tidak boleh berbicara tentang itu sama sekali? Tidak pada media, fans, apalagi selfie dengan buku sendiri di media sosial. Lalu mengapa Michael Punke menulis? Menurut adiknya, yang juga juru bicaranya, alasannya hanya satu. “Dia jenuh dengan segala rutinitas di Washington, sehingga memutuskan untuk membawa imajinasinya kembali ke dunia abad 19.” Menulis sebuah novel fiksi sejarah.

Michael Punke 2 Calgary Herald

Michael Punke. (calgaryherald.com)

Michael tumbuh di kota kecil, Torrington, Wyoming, di mana dia menikmati kegiatan memancing, bersepeda dan mendaki gunung sejak masa remajanya. Kecerdasannya membawanya untuk belajar di George Washington University tentang hubungan internasional. Dalam sebuah perjalanan pesawat, Michael membaca tentang kisah bertahan hidup di belahan bumi utara abad 19, yang menginspirasinya untuk menulis The Revenant. Demi mewujudkan mimpinya, Michael rela bangun pagi-pagi buta untuk mengerjakan proyeknya di kantor berjam-jam sebelum rekan-rekannya tiba. Novel The Revenant dipublikasikan tahun 2002 dan baru benar-benar dilihat dunia 15 tahun kemudian.

“Saya selalu mencintai kesempatan menjelajah masa lalu dengan sepasang sayap dari buku yang bagus,” ujar Tanya Landman, Pemenang Carnegie Medal dengan novelnya, Buffalo Soldier, yang berlatar abad 19 di Amerika. “Saya senang kembali ke masa lalu ketika belum ada aturan dan etika, karena apa saja bisa terjadi pada masa itu. Menulis fiksi sejarah menawarkan lebih banyak kebebasan pada saya.”

Nah, sekarang mengapa Anda ingin menulis fiksi sejarah? Apakah alasan-alasan yang dijabarkan berikut mewakili pencarian batin Anda yang terdalam? atau Adakah alasan lainnya?

  1. Anda menyukai peristiwa sejarah dan latar zaman tersebut sehingga   memutuskan untuk menggalinya lebih dalam.
  2. Anda ingin mengeksplorasi kehidupan batin dan pengalaman subjektif dari orang yang kehidupan luarnya dicatat: Para Raja, Ratu, Pangeran, Sultan yang kaya dan berkuasa, orang-orang terkenal yang mengubah dunia dan lain-lain.
  3. Anda ingin membangkitkan peristiwa terkenal dalam sejarah, dan mengajak pembaca merasakan bagaimana rasanya hidup dalam peristiwa tersebut.
merdeka Battle of Surabaya 1

Pertempuran Surabaya. Merdeka.com

Sebelum menulis Novel “City of Heroes,” kami sudah menyukai kisah Perang 10 November. Namun, dalam pelajaran sejarah di sekolah dulu, kami hanya belajar tentang Bung Tomo, kematian Mallaby, dan menghapalkan 10 November sebagai hari pahlawan. Wawancara dengan para veteran peranglah yang membuka mata kami, bahwa peristiwa ini lebih dari sekedar pertempuran bersejarah. Ada begitu banyak kisah personal yang menyentuh dan menginspirasi kami menuliskannya. Bukan hanya peristiwanya yang ingin kami hadirkan, tetapi bagaimana peristiwa ini berdampak pada seorang remaja usia 17 tahun. Karena itulah kami menulis novel fiksi sejarah City of Heroes.

Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda mau mencoba tantangan ini? Menuliskan kisah fiksi yang berlangsung puluhan tahun sebelum zaman Anda. Jika Ya, selamat datang ke dunia fiksi sejarah!

Copyright: © 2017. Indonesian Writers Club

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s