PUISI HUJAN (Poem of Rain)

Sepertinya hujan belum akan berhenti dalam satu bulan ke depan nih Writers. Cuaca galau seperti ini juga bisa bikin suasana hati jadi gloomy. Nah daripada jadi moody karena hujan yang terus turun, saya sengaja menulis postingan tentang puisi yang mengangkat tentang hujan.

Mengapa puisi? Karena puisi secara sains terbukti loh dapat merangsang pikiran kita dan kemampuan kognitif kreatif kita lebih dari yang diberikan oleh buku-buku self help populer. Puisi juga mampu membangkitkan sisi otak kanan, di sebuah area dengan memori autobiografi dan emosi yang dapat menolong pembacanya untuk merefleksikan kembali pengalaman mereka sendiri dalam cahaya baru dari apa yang mereka baca.

Begitu bermanfaatnya puisi dan betapa indahnya jikalau cuaca buruk ditemani oleh puisi yang indah. Inilah 3 puisi yang dapat menemani Anda sambil menyaksikan derai hujan yang turun.

1. Hujan Bulan Juni oleh Sapardi Djoko Damono

hujan-bulan-juni-1tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu

Puisi yang ditulis pada tahun 1989 ini, menurut saya adalah tentang cinta. Cinta dalam diam. Cinta yang tertahan, terpendam karena pada bulan Juni kita mengalami musim kemarau di mana hujan tidak mungkin turun. Puisi ini mewakili rasa cinta, kerinduan penulis terhadap seseorang dan meskipun dia menahan untuk tidak mengungkapkan perasaannya karena alasan-alasan tertentu, dia tetap mencintainya, memperhatikannya dalam diam.

2. Summer Shower oleh Emily Dickinson

flower-1778787_960_720A drop fell on the apple tree,
Another on the roof;
A half a dozen kissed the eaves,
And made the gables laugh.

A few went out to help the brook,
That went to help the sea.
Myself conjectured, Were they pearls,
What necklaces could be!

The dust replaced in hoisted roads,
The birds jocoser sung;
The sunshine threw his hat away,
The orchards spangles hung.

The breezes brought dejected lutes,
And bathed them in the glee;
The East put out a single flag,
And signed the fete away.

Hampir sama dengan Hujan Bulan Juni, puisi Summer Shower karya Emily Dickinson ini juga menceritakan tentang hujan yang terjadi di musim panas. Puisi ini adalah tentang alam. Bagaimana hujan memberikan kesegaran terhadap keringnya musim panas. Bagaimana sebuah fenomena alam akan bergantung dengan fenomena alam lainnya supaya alur kehidupan tetap berjalan. Metafora yang ditulis oleh Emily menandakan betapa kegembiraan datang saat hujan turun, menandakan betapa pentingnya tiap tetesan air yang jatuh.

3. Rain oleh Don Paterson

don-paterson-rainI love all films that start with rain:
rain, braiding a windowpane
or darkening a hung-out dress
or streaming down her upturned face;

one big thundering downpour
right through the empty script and score
before the act, before the blame,
before the lens pulls through the frame

to where the woman sits alone
beside a silent telephone
or the dress lies ruined on the grass
or the girl walks off the overpass,

and all things flow out from that source
along their fatal watercourse.
However bad or overlong
such a film can do no wrong,

so when his native twang shows through
or when the boom dips into view
or when her speech starts to betray
its adaptation from the play,

I think to when we opened cold
on a starlit gutter, running gold
with the neon drugstore sign
and I’d read into its blazing line:

forget the ink, the milk, the blood—
all was washed clean with the flood
we rose up from the falling waters
the fallen rain’s own sons and daughters

and none of this, none of this matters.

Dimulai dengan kalimat, ‘Saya mencintai semua film…’ puisi Rain ditutup dengan kesimpulan bahwa ‘semua ini tidaklah penting’, sebuah kesimpulan yang sedih dan rasa sendirian pada bait terakhir. Penulis berada di dunianya yang tertutup. Menurut saya puisi ini adalah tentang sebuah krisis, sebuah krisis akan rasa kehilangan, betapa pada akhirnya semuanya akan sirna dan tidak ada yang berarti.

Advertisements

4 thoughts on “PUISI HUJAN (Poem of Rain)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s