3 Strategi Agar Pembaca Membalik Halaman Novel Anda

Tidak ada yang lebih menyenangkan bagi seorang penulis ketika mendengar pembacanya tidak dapat meletakkan buku karya mereka. Jadi apa yang membuat pembaca melupakan waktu tidurnya demi membaca buku Anda? Berikut adalah strategi atau cara yang dapat Anda adopsi untuk novel Anda:

1. Ciptakan pertaruhan yang penting.

Apa yang dipertaruhkan oleh karakter Anda apabila mereka tidak mendapatkan apa yang diinginkan? Jika tidak ada yang penting untuk dipertaruhkan, maka pembaca Anda tidak perlu membalik halaman novel Anda. Pertaruhannya tidak perlu antara hidup dan mati, tetapi harus setara seperti hidup dan mati bagi karakter tersebut. Jangan takut meningkatkan ketegangan.

Dalam menulis novel, karakter harus menginginkan sesuatu. Ada kendala atau hambatan yang menghalangi sehingga mereka harus mencoba lagi atau mungkin menyerah. Bagaimana Anda menciptakan hambatan di jalan mereka? Bagaimana Anda meningkatkan motivasi mereka sehingga apa pun yang terjadi, mereka dapat mencapai tujuan. Hal-hal tersebutlah yang harus Anda jawab.

2.    Karakter yang tidak tertebak

Selalu ada alasan mengapa banyak orang tertarik pada sosok yang unik. Karena Anda tidak pernah tahu apa yang akan dia lakukan atau katakan. Memiliki karakter yang tidak terduga dapat membuat para pembaca lebih tertarik. Tak lupa ambillah waktu untuk memoles antagonis dan karakter pendukung untuk membuat karakter utama Anda lebih bersinar, lucu, lebih manusiawi. Antagonis dan karakter pendukung sehingga pembaca melihat karakter utama Anda dalam perspektif yang berbeda. Bagaimana mereka menghalangi karakter utama Anda baik secara sengaja atau tidak sengaja. Reaksi yang tidak terduga dan tidak tertebak dari karakter utama Anda bisa menjadi daya tarik sendiri bagi pembaca.

3.  Laju plot

Menjaga pembaca agar tetap membaca adalah seumpama menyetir mobil. Jika kaki Anda terus menekan gas, maka mobil akan melaju terlalu cepat sehingga pembaca tidak menyelami apa yang Anda tulis, dan tidak sempat menikmati apa-apa. Sebaliknya, jika Anda terlalu lambat, pembaca akan bosan. Pacing (atau laju) alur dipengaruhi oleh beberapa faktor. Sesuatu yang harus Anda cek saat merevisi novel adalah: bagaimana keseimbangan antara eksposisi dan dialog, lalu adegan. Dialog membutuhkan lebih banyak halaman, tapi terus menggunakan eksposisi juga akan menurunkan ketegangan. Pikirkan bagaimana setiap bagian dan bab yang dipotong dapat meningkatkan pertaruhan karakter, ketegangan, konflik, sehingga pembaca Anda akan tetap setia membalikkan halaman.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s