7 Cara Membuat Opening Lines (Kalimat Pembuka) Novel yang Memikat

Tantangan untuk menyelesaikan novel sudah dimulai pada saat menuliskan kalimat pembuka. Sebuah kalimat pembuka yang bagus akan memberikan petunjuk mengenai tema cerita dan tone (sikap, kecenderungan gaya) dari cerita tersebut. Mengapa penulis harus bisa membuat kalimat pembuka yang langsung menarik perhatian pembaca? Karena seorang penulis harus mendorong, menarik pembacanya melalui kalimat tersebut ke sebuah dunia yang dia bangun sehingga pembaca tidak dapat keluar sampai dia menyelesaikan novel Anda. Coba perhatikan kalimat pembuka dari beberapa novel di bawah ini:

The Woods karya Harlan Coben: Aku melihat ayahku membawa sekop itu. air mata mengalir di wajahnya. Isak tangisnya tertahan, keluar dari mulutnya dengan berat dan parau. Ia mengangkat sekop itu tinggi-tinggi, lalu menghujamkannya ke tanah. Mata sekop itu merobek tanah seakan-akan tanah itu adalah daging segar.

Relentless karya Dean Koontz: Ini adalah suatu hal yang aku pelajari: bahkan dengan sepucuk pistol di kepalaku, aku bisa tetap tertawa terbahak-bahak. Aku tidak yakin apakah ini adalah kapasitas keriangan ekstrem dalam diriku. Kalian pun harus memutuskannya untuk diri kalian sendiri.

Kedua penulis di atas menuliskan sebuah kalimat pembuka penuh misteri, mempunyai faktor ketakutan. Sehingga Anda langsung bisa menyimpulkan bahwa kedua novel di atas pastilah novel bergenre misteri, crime, thriller. Kedua penulis di atas selain mampu menarik pembaca untuk masuk ke dalam cerita, mereka juga langsung men set bahwa cerita tersebut mempunyai tone misteri, kejahatan dan ketegangan. Nah sekarang bagaimana caranya agar Anda juga dapat memperbaiki atau membuat kalimat pembuka novel Anda yang mempesona dan menarik pembaca? Berikut ini adalah cara-cara yang dapat Anda adaptasi ke dalam kalimat pembuka Anda:

1. Dimulai pada momen penting

gaishorn-2080138_960_720Ketika kalimat pembuka berada dalam situasi yang tidak biasa atau momen yang penting maka pembaca akan bertanya-tanya apa yang terjadi. Bagaimana kelanjutan cerita Anda. Jadi memulai dengan momen yang penting atau situasi yang tidak biasa dapat Anda pilih sebagai di awal kalimat.

Contoh: Malam saat Jake Djones tahu bahwa orangtuanya hilang di suatu masa dalam sejarah, tercatat sebagai malam dengan badai terdahsyat. (The History Keepers, Damian Dibben)

2. Menambahkan karakter yang menarik

Jika di novel Anda terdapat karakter yang benar-benar unik, sangat menarik, atau mungkin aneh dalam arti mampu menarik perhatian, Anda dapat menggunakan satu situasi tentang mereka dalam kalimat pembuka novel Anda. Bagaimana pun juga seseorang dengan karakter yang menarik di dunia nyata selalu mampu mempesona kita atau menjadi bahan pembicaraan dan gosip, bukan? ๐Ÿ˜‰

Contoh: Kami memanggilnya sang Profesor. Dan, dia memanggil anak lelakiku Rootโ€”akar, karena, sang Profesor berkata, puncak kepala anakku yang datar mengingatkannya pada simbol akar kuadrat. (The House Keeper & The Professor, Yลko Ogawa)

3. Konflik

argument-238529_960_720Salah satu cara membuat kalimat pembuka yang sangat baik adalah dengan memberikan konflik. Konflik adalah detak jantung setiap cerita. Tanpa konflik, cerita akan menjadi statis, tidak bergerak dan tanpa tujuan.

Contoh: Keputusanku untuk menjadi pengacara semakin kuat ketika kusadari ayahku membenci profesi hukum. (The Rain Maker, John Grisham)

4. Sentuhan emosi

Para pembaca tentu ingin tersentuh oleh cerita Anda. Mereka membayangkan diri mereka sendiri berada di situasi yang Anda ciptakan di novel Anda, jadi berikan mereka kesempatan untuk merasakan emosi karakter Anda, sehingga mereka akan terus membaca novel Anda.

Contoh: Apa kau akan mati kalau tiba di sini sebelum tengah hari? Aku duduk di sini, di tengah-tengah serpihan hidupku seperti yang kau tahu, dan kauโ€ฆkalau aku memang mengenalmu, kau pasti baru saja bagun. (Attachments, Rainbow Rowell)

5. Faktor ketakutan

Dalam cerita misteri atau suspense, faktor ketakutan dapat menjadi pilihan yang tepat untuk memulai kalimat.

Contoh: Tyler mencarikanku pekerjaan sebagai pelayan, kemudian Tyler menodongkan sepucuk pistol ke dalam mulutku dan berkata, langkah pertama menuju kehidupan abadi adalah kau harus mati. (Fight Club, Chuck Palahniuk)

6. Kejutan atau teka-teki

question-mark-1872665_960_720Sebuah pembukaan yang mengejutkan atau penuh teka-teki dapat membuat pembaca berhenti sejenak, berpikir, dan bertanya-tanya tentang cerita tersebut. Ini merupakan cara dramatis untuk mendorong sebuah cerita memanggil-manggil untuk dibaca.

Contoh: Ditelan seekor buaya raksasa sudah cukup buruk bagiku. (The Son of Sobek, Rick Riordan)

7. Memukau

Kalimat pembuka yang manis memang sanggup menarik emosi pembaca sehingga terhanyut dalam setting novel. Kalimat seperti ini akan langsung menetapkan bahwa sepanjang sisa novelnya, penulis akan terus menggunakan gaya bahasa seperti itu.

Contoh: DUHAI Sang Raja, yang duduk di atas takhta kejayaan, yang dimandikan oleh kemerlip cahaya lelampu warna-warni dan wewangi asap dupa-dupa. (Dewi Khayalan, Kahlil Gibran)

Tujuh cara di atas adalah tentang menjaga pembaca Anda tertarik. Tujuh cara di atas dapat menjadi pilihan Anda untuk menemukan kalimat pembuka yang tepat bagi novel Anda. Penulis yang hebat dapat menenun cerita sehingga para pembaca akan terus membaca sampai larut malam dan itulah keajaiban dalam hubungan antara pembaca dan penulis.

 

Advertisements

25 thoughts on “7 Cara Membuat Opening Lines (Kalimat Pembuka) Novel yang Memikat

  1. Pada suatu malam yang dingin,disaat burung hantu berbunyi disepanjang tepi sungai,seorang anak muda duduk disebuah kursi tua ditemani cahaya lilin.
    Kalimat pembuka ini boleh ngk???? ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚

    Liked by 1 person

    • Hai Sam, boleh aja sih, tapi pertanyaannya apakah opening lines di atas berhasil atau tidak?
      Coba kita breakdown ya:

      1. Jika Sam mau menulis cerita misteri, pembuka tersebut kurang berhasil, mengapa? Ada burung hantu (memberi kesan seram) tapi, kemudian ada sebuah kursi tua ditemani cahaya lilin (cahaya lilin memberi kesan romantis) Kalimat pembuka seharusnya dapat memberitahu pembaca genre tulisan kita.

      2. Pada suatu malam yang dingin, adalah kalimat yang terlalu luas. Tidak menunjukkan kesan langsung dan waktu yang penting.

      Mungkin Sam bisa memasukkan unsur-unsur di postingan di atas ke dalam kalimat pembukanya. Terima kasih sudah berkunjung ๐Ÿ™‚

      Liked by 1 person

  2. menurut saya lilin juga bukan kesan romantis tapi juga kesan seram. karana cahaya lilin redup, sesuatu yg redup dpt menimbulkan kesan seram. karna lilin juga merupakan simbol ritual ritual setan.

    Liked by 1 person

  3. Saya sudah menulis satu buku kisah nyata. Judulnya: “NAPI 973 HARI”. Terbit tahun 2010 lalu setelah dimuat bersambung di Harian Surya Surabaya dan harian Warta Kota Jakarta. Saat ini, saya ingin menulis ulang dalam versi novel non fiksi.

    Artikel “7 Cara Membuat Opening Lines (Kalimat Pembuka) Novel yang Memikat” ini sangat inpiratif. Terimakasih, sekali lagi terimakasih.

    Liked by 1 person

  4. Mbak, kalau pembukaan seperti ini salahnya dimana yaa?
    Sempat terlintas dibenaknya, “haruskah aku memanggil peralatanku dan menahan cahaya matahari agar lebih redup?”. Hidup di kota sederhana yang menyimpan misteri temuan teknologi memang tidak mudah. Ketika semua serba otomatis, haruskah kita menggunakan kaki untuk berjalan? atau tangan untuk makan?

    Like

    • Hai Satria, kalau saran saya untuk kata peralatan mungkin bisa langsung diberi nama saja alatnya. Nanti penjelasan alatnya bisa di line-line selanjutnya. Biasanya untuk novel-novel fantasi, penulis langsung menyebut nama, frase, atau julukan baru, kita para pembaca akan tahu kalau terus membaca. Bisa di trim lagi kalimatnya, seperti menghapus kata ‘hidup’ misalnya, jadi langsung ke: Kota ini…. Kalimat pembuka akan lebih baik jika langsung. Semoga bisa membantu ๐Ÿ™‚ Terima kasih untuk pertanyaannya.

      Like

  5. saya masih dalam tahap membuat sebuah cerita , judulnya “HARAPAN & PERASAAN YANG TAK PERNAH HILANG”. Cerita ini saya ambil dari kisah pribadiku sendiri
    kalimat pembuka “sejujurnya hati kecil ini ingin pulang, ingin kembali tapi tak tahu pulangnya kemana, kembalinya kepada siapa. Entahlah..mungkin sekujur tubuh ini telah diracuni rasa kecewa?
    “tetapi terkadang kita harus sedikit mundur, agar bisa melompat lebih jauh”

    Liked by 1 person

    • Pembukaan yang ringan sih bisa pakai unsur poin kedua: Menambahkan karakter yang menarik (karakter bisa lucu, agak aneh, dsb yang membuat pembukaan kita ringan), atau unsur ketiga: Konflik, juga cocok, konflik kan tidak harus berat, bisa aja adegan salah sangka yang ringan atau kocak. Semoga membantu. Terima kasih sudah berkunjung ๐Ÿ™‚

      Like

  6. ” meskipun tidak ada isyarat untuk menunggu , tapi entah mengapa diri ini masih tetap bertahan untuknya. Namun seiring waktu berjalan, orang asing itu datang berusaha membuatku tersenyum disaat aku merindukan dia ” … gimana mba ? kalo pembukaannya kaya begitu bisa atau kurang atau terlalu mainstream atau malah alay wkwk ?? ..
    terimakasih sebelumnya ๐Ÿ™‚

    Liked by 1 person

    • Hai Navin, opening yang cocok untuk genre romance. Nggak Alay kok ๐Ÿ˜‰ Tapi mungkin kata-katanya harus diubah sedikit jadi lebih kuat (strong). Misalnya: Tidak pernah ada isyarat untuk menunggu. Tapi aku menunggu juga. Bertahan untuknya seperti orang bodoh! (atau kamu bisa masukkan analogi bertahan sbb: Bertahan untuknya. Seperti pohon kering di musim dingin yang menantikan cahaya matahari musim semi yang panjang. ๐Ÿ™‚ Analogi bisa jadi pilihan yang bagus apalagi untuk romance dan analoginya nggak harus yang indah-indah, tergantung gaya tulisan Navin juga. Semoga membantu. Terima kasih sudah visit!

      Like

  7. Kak, aku lagi nulis cerita, kalimat pembukanya seperti ini. “Pukul sembilan malam, hujan turun sangat deras. Sesekali kilat menerangi sebuah rumah di tengah hamparan sawah. Tampak seorang pria berdiri membelakangi rumah dengan tatapan penuh amarah. Seorang wanita tua dengan rambut disanggul seadanya serta pakaiannya yang lusuh bersimpuh di hadapan pria yang kini basah tertimpa hujan. Sekuat tenaga ia memegang tangan kanan pria tersebut seakan tak membiarkan menjauh darinya. Namun, pria di hadapannya sudah tenggelam dalam amarah dan tak lagi menghiraukan wanita yang telah membesarkannya dua puluh lima tahun silam. Pria itu melepaskan tangan Ibunya dan berjalan meninggalkan rumah yang sudah ia tempati selama ini. Langkahnya semakin mantap tatkala jemari tangan seorang wanita menggengam erat tangannya….” menurut kkak gimana?

    Liked by 1 person

    • Hai Rain, terima kasih untuk pertanyaannya ya. Kalau saya lihat sih di kalimat pembuka di atas ada unsur konflik. Itu sudah bagus membuka novel dengan konflik, tapi deskripsinya terlalu panjang dan general.

      Kalimat Hujan turun sangat deras itu sangat general. Tidak ada perasaan di sana. Kalau kita ganti menjadi: “Jangan pergi!”. Wanita tua itu tersungkur di tanah yang basah. Dia menarik tangan pria muda itu. Terisak. Tapi air matanya segera hilang bersama hujan yang menderas. Sejak dulu dia membenci hujan. Suaminya juga pergi saat hujan. Dan sekarang cahaya satu-satunya yang tinggal juga pergi mengabaikan jeritan rasa sakitnya.
      Dengan segenap kekuatannya, dia menengadah. Langit gelap kejam itu menertawakannya. Suara hujan yang mendesing. Dingin, menampar wajahnya tanpa ampun. Langit itu seharusnya biru. Dan warna emas matahari seharusnya ada di sana, menghangatkannya. Tapi mataharinya sudah pergi. Dan dia tahu, matahari itu tidak akan pernah kembali.

      Tidak masalah jika kita menuliskan deskripsi fisik karakter kita, tapi jika deskripsi fisiknya tidak urgent dan menolong kalimat pembuka maka yang harus jadi prioritas adalah perasaan. Di dalam deskripsi tulisan kita harus terkandung perasaan. Supaya pembaca dapat merasakan apa yang karakter kita rasakan dan dapat bersimpati terhadap mereka. Semoga membantu ya Rain, selamat menulis ๐Ÿ™‚

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s