5 Dampak Positif Kebiasaan Menulis

Siapa bilang menulis itu hanya untuk para penulis? Anda mungkin berpikir, “Saya kan bukan penulis jadi nggak perlu menulis apalagi setiap hari.” Ternyata itu pendapat yang salah, menulis punya dampak positif jika dilakukan secara rutin. Ini alasannya:

1.  Menulis adalah bagian dari komunikasi. Kita pasti rutin berkomunikasi dengan orang lain lewat tulisan seperti email, whatsapp, atau aplikasi lain, nah tulisan yang jelas dan bagus tentunya menghindari kita dari kesalahpahaman.

2. Menulis sebagai ekspresi perasaan. Menulis bisa mengekspresikan perasaan dan pemikiran penulisnya kepada orang lain dalam bentuk yang lebih permanen yaitu ‘tulisan’ dibandingkan dengan verbal.

3.  Anda pasti pernah menulis untuk tugas sekolah atau kuliah, seperti esai, riset, artikel. Penulisan formal seperti itu dapat membangun cara berpikir kita untuk lebih kritis. Karena kita akan menganalisa data, berpikir secara konstruktif dan sistematis.

4.  Rutin memulai pagi hari dengan menulis dapat membangunkan otak kita. Dengan menulis terlebih dahulu maka Anda akan lebih tajam, fokus, dan siap untuk mengerjakan tugas hari ini.

writing-healing
5.    Menulis bisa menyembuhkan hati yang luka (“,) dan tubuh yang sakit.

Selama puluhan tahun, para praktisi kesehatan jiwa telah menggunakan jurnal, kuisioner, dan format tulisan lain untuk menolong orang-orang dari stress dan trauma. Menulis secara ekspresif mengijinkan kita untuk terbuka terhadap yang kita alami, lalu memprosesnya, dan pada akhirnya kita dapat sembuh dari luka emosional.

Riset yang dimulai oleh James Pennebaker, Ph.D juga menunjukkan bahwa mengkonfrontasi pengalaman traumatis lewat tulisan bermanfaat secara fisik. Dalam eksperimennya, Pennebaker membagi dua grup partisipan. Grup yang pertama diminta untuk menuliskan perasaan dan pemikiran mereka tentang trauma dan pengalaman pahit yang mereka alami setiap hari selama 15 menit, sementara grup kedua hanya diminta untuk menulis topik-topik netral, dan rencana besok tanpa menyebutkan sama sekali tentang perasaan mereka dengan durasi yang sama. Setelah diteliti, grup pertama menunjukkan perbaikan fungsi sistem imun dan lebih jarang mengunjungi klinik kesehatan pada bulan-bulan berikutnya dibandingkan grup yang kedua.

Nah bagaimana, sekarang mau mulai menulis secara rutin?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s