4 Film Tentang Friendzone Yang Berubah Menjadi Cinta

Untuk menghormati spirit Valentine Day, mengapa kita tidak mengambil salah satu tema paling universal yaitu cinta? Nah saya tertarik mengangkat soal FriendZone! Kenapa? Ehmm….karena kita semua pernah mengalaminya 😉 maka dari itu postingan kali ini saya dedikasikan untuk semua para movie lovers, bookworms, para single happy dan juga para believers yang percaya cinta sejati itu masih ada. Ini dia empat film bertema friendzone yang berubah menjadi cinta yang wajib Anda tonton:

1. When Harry Met Sally

when-harry-met-sallyFilm yang rilis tahun 1989 ini merupakan film bertema friendzone yang sangat terkenal. Siapa pun pecinta komedi romantis, When Harry Met Sally adalah salah satu film wajib tonton.

Film ini mungkin adalah contoh terbaik tentang dua sahabat yang bertemu hanya saja waktunya tidak tepat untuk cinta. Namun tidak ada waktu yang tidak tepat untuk menjadi seorang teman.

Secara struktur When Harry Met Sally sangat konvensional tapi tetap memenuhi harapan, dan yang membuatnya spesial adalah chemistry antara dua pemeran protagonisnya yaitu Meg Ryan dan Bill Crystal. Harry dan Sally sama-sama pribadi yang hangat dan menyenangkan. Siapa sangka kita membutuhkan waktu 12 tahun untuk jatuh cinta pada sahabat kita sendiri.

2. What If

what-ifPemeran Harry Potter Daniel Radcliffe berperan sebagai Wallace dan Zoe Kazan sebagai Chantry, kedua protagonis ini bertemu di sebuah party di mana keduanya sama-sama saling menyusun magnet kata-kata di kulkas menjadi kalimat. Chantry memberi nomor teleponnya kepada Wallace, tapi Wallace menerbangkannya bersama angin, karena Chantry sudah punya pacar.

Namun sebuah pertemuan yang tak disengaja antara Chantry dan Wallace terjadi lagi. Kali ini mereka benar-benar mengobrol dan memutuskan untuk menjadi teman. Sepanjang cerita Wallace berjuang untuk tetap berada dalam friendzone, dia bahkan mengatakan kepada Sahabatnya yang diperankan oleh aktor berbakat Adam River, “I’m happy just being friends with her.”

What If adalah sebuah film yang fokus pada pertanyaan “Apakah laki-laki dan perempuan bisa can be just friends?”

 3. 13 Going On 30

13-going-30Jenna yang berumur 13 tahun sangat menginginkan menjadi wanita dewasa. Dia benci berada dalam posisi tidak populer, bersama dengan sahabatnya Matt yang juga tidak populer.

Jenna mengucapkan harapan untuk menjadi wanita berusia 30 tahun dan keesokan harinya dia terbangun di tahun 2004, berusia 30 tahun. Tidak mengingat apa pun selama puluhan tahun hidupnya yang telah lewat, dia pun mencari Matt, dan mereka pun berhubungan kembali.

Namun Matt sudah memiliki tunangan dan Jenna juga ternyata sudah memiliki pacar. Pertemuan kembali inilah yang menjadi awal kisah persahabatan dan juga cinta mereka.

Film ini adalah tentang persahabatan masa kecil yang hilang, tentang pilihan-pilihan yang kita buat. Seperti penggalan kalimat dari Matt yang diperankan oleh Mark Ruffalo: “You just can’t turn back time. I move on. You move on. We’ve gone on different path for so long.”  Hiks…. Jadi jangan sampai kita buat keputusan yang salah kalau soal cinta ya 😉

4. Heroine Shikkaku

heroine-shikkakuHeroine Shikkaku atau dalam bahasa Indonesia Heroine yang didiskualifikasi adalah film adaptasi dari manga karangan Koda Momoko. Cerita tentang seorang siswi SMA Matsuzaki Hatori yang jatuh cinta pada teman masa kecilnya Terasaka Rita.

Hatori digambarkan sebagai heroine yang cukup berbeda dari karakter-karakter manga lainnya. Dia atraktif, percaya diri, tapi kepercayaan dirinya terkadang membuatnya terlihat arogan. Sementara Rita sang hero jadian dengan temannya Adachi Miho.

Film ini adalah tentang perjuangan Hatori untuk menjadi heroine Rita. Kisah cinta SMA yang klise, tapi tetap menyenangkan untuk ditonton karena banyak adegan yang komikal.

Friendzone adalah sebuah tempat gelap yang cukup menakutkan. Sebuah tempat di mana impian kita akan cinta mungkin akan mati. Tapi pertanyaannya apakah seorang laki-laki tidak bisa hanya berteman dengan seorang perempuan tanpa hubungan cinta? Umm…Saya pikir tentu saja bisa. Tapi jika ada ketertarikan fisik dan perasaan, hubungan platonik tidak akan berhasil. Anda tentu saja bisa berpura-pura itu hanya cinta platonik tapi bagi banyak orang, itu tidak cukup. Dan bagaimana dengan Anda?

Baca juga: 5 Karakter Fiksi Dalam Jebakan Friendzone

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s