Tips Menulis Sinopsis Novel

Oke, sekarang jawab yang jujur, apa ada di antara Anda Writers yang suka menulis sinopsis? Jawabannya pasti tidak. Bahkan saya pun tetap mengerang kalau akhirnya harus menulis sinopsis. Padahal sinopsis adalah bagian penting yang harus dilakukan agar kita bisa mengirimkan naskah kita.

Jangan salah, ini bukan sinopsis yang ada di sampul belakang novel Anda setelah diterbitkan, tetapi sinopsis ini adalah sinopsis yang diinginkan oleh penerbit. Sebuah sinopsis adalah ringkasan dari novel Anda yang menyampaikan seluruh busur narasi novel.

Editor mungkin ingin melihat apakah Anda menulis sebuah novel cinta, sebuah memoir, atau novel dewasa. Tujuan sinopsis adalah agar para editor dapat mengevaluasi apa yang terjadi dalam tiga adegan (awal, pertengahan dan akhir) dari cerita Anda untuk memutuskan apakah karakter, plot dan konfliknya adalah bacaan lengkap dari naskah Anda. Jika Anda berencana dalam waktu dekat menyerahkan dan mengirimkan naskah, Anda bisa cek beberapa tips menulis sinopsis novel di bawah ini:

  1. Ungkapkan semua hal besar yang terjadi di novel Anda, termasuk endingnya.

Mengungkapkan akhir cerita justru mendefinisikan keunikan sinopsis. Writers, Anda tidak perlu menulis akhir cerita dalam sinopsis dengan pertanyaan. Sinopsis didesain untuk menjelaskan segala sesuatu yang besar yang terjadi dalam novel, bukan untuk menggoda atau sekedar memicu pertanyaan yang lebih besar. Hindarilah kalimat seperti “Alora mengikuti jalan itu, dia tidak tahu bahwa dia menuju sebuah kejutan yang besar.” Jangan sebut kejutan besar, tapi langsung saja sebutkan apa yang terjadi. Ingat, sinopsis ini bukan ditulis untuk pembaca tapi editor.

  1. Buatlah sinopsis paling panjang dua halaman.

Selalu ada perdebatan tentang panjang pendeknya sebuah sinopsis. Tapi belakangan ini, semakin hari tren sinopsis justru semakin pendek. Dengan kurang lebih satu sampai dua halaman. Apakah Anda menulis satu halaman dengan spasi single atau dengan spasi double sebanyak dua halaman. Dua-duanya tidak masalah, ikuti saja syarat yang diberikan oleh penerbit. Tapi biasanya sinopsis sepanjang satu atau dua halaman berlaku di penerbit mana saja. Jangan menghabiskan halaman untuk menjelaskan atau merekonstruksi tema. Sinopsis menyampaikan cerita bukan mengartikan semua makna dalam cerita.

  1. Tidak masalah jika tulisannya kering tapi jangan terlalu mekanis.

Sebuah sinopsis tidak apa-apa jika terkesan kering. Sinopsis harus menjelaskan segala sesuatu yang terjadi di novel Anda sepanjang ratusan halaman dengan ruang yang sangat sempit. Jadi Anda harus menggunakan kalimat pendek dan kering seperti: “Van Der Vries menarik pelatuk dan segera melarikan diri, membiarkan Orion yang jatuh terkulai.” Tidak perlu resah, karena kalimat ini sangat normal. Bahasa yang bersih sangatlah baik untuk sinopsis. Tapi jangan juga terlalu mekanis sampai-sampai terkesan seperti cerita tanpa emosi. Contohnya: “Red Saturn menambahkan tiga angka. Lalu kemudian Blue Warrior menyusul.” Kalimat tersebut tidak memberikan makna tentang kejadian yang berlangsung, tapi kalau kalimatnya diubah menjadi: “Red Saturn sudah ketinggalan dua angka. Papan waktu menunjukkan hitung mundur, saat Olly melempar bola di area tiga angka, seluruh penonton menahan napas, dan bola masuk. Semua penonton bersorak penuh kemenangan.” Bagaimana? Lebih baik kan?

Jangan juga terlalu keluar dari narasi. Misalnya seperti: “Lalu klimaks dari cerita ini adalah…” atau “Flashback yang terjadi……”

  1. Gunakan nama karakter Anda.

Meskipun sudut pandang yang Anda gunakan adalah orang pertama, tapi dalam sinopsis gunakanlah orang ketiga, sebut nama karakter Anda. Tapi jangan juga menyebut semua karakter figuran jika satu adegan memang perlu dimasukkan ke dalam sinopsis. Hindari juga menjelaskan backstory karakter. Satu dua kalimat cukup untuk menjelaskan latar belakang seorang karakter, jika referensi itu memang diperlukan.

  1. Hindari penggunaan dialog.

Jarang sekali dalam sinopsis kita menemukan dialog. Dialog membutuhkan banyak ruang, juga banyak penjelasan. Jadi sebaiknya hal itu dihindari, kecuali jika memang dialog tersebut sangat penting dan sangat ikonik sehingga tanpanya sinopsis Anda tampak tidak sempurna.

  1. Tell, don’t show.

Sinopsis akan merefleksikan kemampuan Anda dalam menulis, bukan untuk mempesona editor dengan kata yang puitis dan berbunga-bunga, nanti editor malah tidak mengerti yang ingin Anda sampaikan. Jika di dalam cerita Anda harus lebih menggunakan prinsip show don’t tell tapi dalam penulisan sinopsis gunakan tell jangan show. Karena Anda tidak punya banyak halaman untuk melakukannya.

Bagaimana memulai sinopsis novel Anda.

Identifikasikan karakter protaginis Anda, lalu konflik protaganis Anda, dan setting di akhir paragraf pertama. Setelah itu putuskan bagian plot mana yang bisa disampaikan juga konflik mana yang bisa membuat cerita masuk akal, dan karakter-karakter mana saja yang harus disebut. (Anda tidak harus menuliskan semua karakter). Pada paragraf terakhir, Anda harus menunjukkan bagaimana konflik besar dalam novel Anda terselesaikan, Anda harus mengungkapkan endingnya. Sinopsis ini untuk editor jadi membuatnya penasaran tidak membuatnya membeli buku kita. Nah writers, tips ini semoga bisa menolong Anda dalam menulis sinopsis ya!

Buat Anda yang tertarik untuk belajar lebih banyak lagi tentang penulisan novel, gabung yuk dengan Indonesian Writers Club.

saya-tertarik

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s